V2V – Teknologi Agar Mobil Bisa Bicara Satu Sama Lain


Tags: ,

Salah satu ide yang pernah tercetus untuk menciptakan situasi jalanan agar lebih aman sehingga mengurangi kecelakaan lalu lintas adalah dengan membuat mobil bisa bicara satu sama lain alias saling terkoneksi. Mungkin sekilas ide tersebut terkesan sedikit lucu, karena logikanya mana mungkin pengendara mobil yang berbeda dan tidak saling kenal bisa berkomunikasi satu sama lain ketika berada di sebuah jalanan yang sama. Namun kenyataannya, ide yang terbilang lucu itu ternyata dianggap sebagai solusi cerdas yang harus dicari caranya agar benar-benar bisa direalisasikan.

Salah satu negara yang memberi perhatian serius terhadap ide untuk membuat mobil bisa bicara satu sama lain adalah Amerika Serikat. Departemen transportasi negeri Paman Sam tersebut bahkan telah mengembangkan sebuah teknologi yang diberi nama ‘Vehicle-to-Vehicle (V2V) Communications for Safety’.

Vehicle-to-Vehicle (V2V) adalah sebuah teknologi cerdas yang jika dipasang di mobil akan memberi peringatan pada pengemudinya agar menghindari tabrakan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Badan Akuntabilitas Pemerintah (GAO) menyebutkan teknologi ini akan memberi peringatan 76% kemungkinan tabrakan bagi pengemudinya.

Dengan teknologi V2V, setiap pengemudi bisa mengetahui kehadiran pengemudi lain dari jarak tertentu tanpa perlu melihatnya secara langsung. Setiap mobil seolah saling bicara atau berkomunikasi satu sama lain, untuk menunjukkan kehadiran masing-masing ketika berada di jalan yang sama. Tak itu saja, teknologi ini juga bisa mendeteksi adanya objek tertentu di sekitar mobil ketika sedang melaju. Dengan begitu maka selain dapat memperkecil kemungkinan terjadinya tabrakan antar mobil, teknologi ini juga bisa memperkecil terjadinya kejadian mobil menabrak pejalan kaki.

Untuk menerapkan teknologi V2V, pemerintah Amerika Serikat sudah menggandeng sejumlah produsen mobil untuk memasang teknologi ini di setiap mobil baru yang mereka produksi. Dengan begitu nantinya setiap mobil di Amerika meskipun berbeda merek dan jenis namun memiliki sistem yang sama sehingga bisa berkomunikasi satu sama lain.

Sayangnya kecanggihan yang ditawarkan V2V hingga saat ini masih belum sepenuhnya disetujui oleh beberapa kalangan dan terus menjadi perdebatan. Pasalnya ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan masak-masak sebelum teknologi itu benar-benar digunakan. Salah satunya adalah masalah privasi dari tiap-tiap pengemudi yang menggunakan mobil dengan teknologi V2V terpasang di dalamnya. Mengingat teknologi V2V masih mengandalkan data dari GPS atau pemandu posisi satelit global, maka otomatis setiap pengemudi akan diketahui dimana lokasinya ketika sedang berkendara dan terkesan tidak memiliki privasi untuk berkendara sendiran.

Pertimbangan berikutnya adalah kekhawatiran jika teknologi V2V disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab. Selain bisa digunakan untuk memata-matai seseorang, V2V bisa saja digunakan untuk mengganggu pengemudi lain. Contohnya saja siapa yang berani menjamin seorang cewek cakep tak akan digodai oleh cowok atau sopir taksi di seberang sana?

Selain itu, mengaplikasikan teknologi V2V pada sebuah mobil bukanlah suatu hal yang mudah. Dalam penerapannya, teknologi ini membutuhkan banyak faktor pendukung seperti teknologi GPS, radio yang terintegrasi dengan Wi-Fi, media sensor dan beberapa teknologi pendukung lainnya. Tentu saja itu semua bukan fitur murah yang bisa dijejalkan pada semua mobil. Hanya mobil-mobil mahal saja yang bisa dibekali dengan segudang fitur canggih seperti itu. Kemudian jika dipaksakan untuk dipasang pada mobil-mobil lama yang sudah ada sekarang, maka tentu saja hal itu akan memakan cukup banyak biaya.

Sederet masalah terkait teknologi V2V hingga saat ini masih terus dicari pemecahannya, sembari mengembangkan V2V agar bisa beroperasi lebih baik lagi. Beberapa produsen mobil bahkan sudah menciptakan teknologi sendiri-sendiri dengan konsep yang sama seperti V2V, sayangnya nasib mereka juga tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada V2V.

Jadi mungkinkah suatu saat ide membuat mobil bisa bicara satu sama lain ini bisa terlaksana ? Mungkin kita masih butuh waktu 20 tahun lagi, sebelum teknologi yang mumpuni benar-benar ditemukan untuk mewujudkan ide tersebut.