Tak Hanya Indonesia, Bahkan Malaysia juga Ragu dengan Mobilnya Sendiri


Tags: ,

Sudah jadi rahasia umum kalau bangsa Indonesia masih kurang yakin dengan mobil buatan dalam negeri sendiri. Baik masyarakat maupun pemerintah pada umumnya lebih memilih mobil buatan produsen luar, sebagai kendaraan yang dipercaya bisa diandalkan. Namun ternyata kondisi yang cukup menyedihkan tersebut tidak hanya terjadi di negeri ini saja, melainkan juga terjadi di negeri tetangga, Malaysia.

Fakta ini cukup menggelitik karena selama ini Malaysia termasuk negara yang paling sering membanggakan salah satu mobil buatan dalam negerinya sendiri yakni Proton. Dua merek Proton yakni Perdana Executive dan Proton Inspira bahkan dipercaya sebagai mobil dinas untuk segenap staf yang mengisi bangku pemerintahan di Malaysia.

Namun sebentar lagi keadaan tersebut akan segera berubah. Pasalnya baru-baru ini pemerintah Malaysia telah mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan menggunakan mobil buatan dalam negeri sendiri lagi, melainkan beralih menggunakan mobil buatan Jepang. Kabarnya Honda telah menandatangani kesepakatan dengan Malaysia sebagai penyedia mobil dinas. Dan pilihan mereka jatuh pada Honda Accord.

Menteri Ekonomi Malaysia melayangkan memo 29 Juli lalu, yang ditujukan kepada seluruh instansi pemerintah terkait mengenai penggantian armada mobil dinas. Dalam memo itu dijelaskan, Proton Perdana Executive yang digunakan Ketua dan Wakil Ketua Parlemen, hakim, staf pemerintahan dan pegawai negeri golongan A digantikan dengan sedan Accord 2.4 liter. Sedangkan Proton Inspira yang digunakan pegawai negeri golongan B dan C diganti dengan Accord 2.0 liter. Program penggantian armada mobil dinas juga akan diperluas ke semua badan hukum federal dan dewan lokal.

Lebih lanjut dalam memo tersebut juga disebutkan bahwa penggantian dilakukan secara bertahap dan Proton Perdana Executive menjadi model pertama yang diganti. Menteri Ekonomi akan memprioritaskan pejabat yang belum menerima mobil dinas atau mereka yang masa penyewaannya telah berakhir.

Kabarnya pergantian mobil dinas dari Proton ke Honda ini memiliki makna tersembunyi. Dikatakan bahwa dengan adanya kerja sama antara pihak Malaysia dengan Honda ini, maka Honda diharapkan bisa membagi teknologi terbaru mereka kepada Proton. Dengan begitu maka nantinya Proton dipercaya bisa menghasilkan mobil dengan kualitas yang bisa mengejar atau bahkan setara dengan Honda.

Apapun alasannya, langkah yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia ini tetap saja memberi kesan negatif bahwa mereka tidak percaya dengan mobil buatan dalam negeri sendiri. Jika memang itu semua dilakukan demi mengejar kualitas yang lebih baik, lalu kenapa tidak dilakukan sambil berjalan saja ?