Menggunakan Ponsel Saat Mengemudi Itu Tak Berbahaya


Tags:

Bila selama ini hampir semua masyarakat di seluruh dunia sepakat kalau berbicara di ponsel saat mengemudi adalah tindakan yang berbahaya dan mampu meningkatkan risiko kecelakaan. Namun, baru-baru ini teori tersebut dipatahkan oleh peneliti yang justru menyatakan sebaliknya. Seperti yang kita ketahui selama ini, penelitian terkait ponsel dan mengemudi telah dilakukan ratusan kali dan hasilnya kebanyakan menyebutkan kalau itu adalah suatu tindakan yang berbahaya.

Salah satu dari sekian banyak penelitian tersebut pernah dilakukan pada tahun 2012 silam dan dipublikasikan di New England Journal of Medicine. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa menggunakan telepon saat mengemudi dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Saking beresiko-nya, tingkat bahaya yang bisa ditimbulkan karena melakukan panggilan telepon saat mengemudi disetarakan dengan tingkat bahaya jika mengemudi dalam keadaan mabuk. Saat ini bahkan sudah banyak negara yang melarang aktifitas telepon ketika mengemudi, serta mengancam setiap pelanggaran dengan berbagai tindakan tegas.

Namun baru-baru ini peneliti dari Carnegie Mellon University dan London School of Economics and Political Science menemukan sebuah fakta baru yang secara terang-terangan membantah teori lama. Menurut mereka, berbicara di telepon saat mengemudi tidak meningkatkan risiko kecelakaan. Untuk membuktikan argumennya tersebut, para peneliti mengumpulkan data panggilan telepon dari operator jaringan mobile dan laporan kecelakaan sejak tahun 2002-2005. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada korelasi logis atau hubungan langsung antara jumlah panggilan telepon yang dilakukan selama jangka waktu tertentu dan angka kecelakaan di waktu yang sama. Memang ada peningkatan penggunaan ponsel pada jam 9 malam ke atas karena sebagian besar operator seluler menawarkan layanan telepon gratis di jam-jam tersebut. Tapi dari melonjaknya trafik itu tidak ada bukti konkrit atas terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan penggunaan ponsel. “Menggunakan ponsel ketika mengemudi mungkin dapat mengganggu, tapi itu bukanlah penyebab kecelakaan tertinggi dalam penelitian kami,” ujar Saurabh Bhargava, asisten profesor ilmu sosial di CMU’s Dietrich College of Humanities and Social Sciences seperti dilansir Daily Mail. Bhargava menambahkan, penelitian di ‘dunia nyata’ yang mereka lakukan memang sangat mungkin untuk berbeda dengan penelitian-penelitian yang dilakukan di laboratorium dimana peneliti lebih terfokus pada konsentrasi dan otak pengendara serta hal-hal teknis lain.

Jadi bisa dibilang, penelitian yang dilakukan oleh Bhargava dan rekan-rekannya adalah penelitian yang mengambil fokus pada statistik, sementara penelitian sebelumnya lebih bersifat intuitif. Studi kami berfokus pada bagaimana efek seseorang ketika berbicara di ponsel. Kami tidak, misalnya, menganalisis dampak SMS atau browsing internet, yang telah menjadi jauh lebih populer dalam beberapa tahun terakhir. ” kata Pathania dari London School of Economics and Political Science.

Sudah bisa ditebak, hasil penelitian terbaru ini dapat menjadi satu hal yang kontroversial karena tidak bisa diterima begitu saja. Namun jika dipikir secara logis berdasarkan karakteristik mata, rasanya hasil penelitian lama juga tidak bisa dikatakan salah sepenuhnya. Sebagai contoh : apabila fokus otak dan mata manusia sebagian besar tertuju pada suatu hal, maka otomatis aktivitas lainnya akan sedikit mengendur. Dan dengan mengendurnya fokus ketika sedang berkendara, maka tidak menutup kemungkinan bahwa kecelakaan dapat terjadi bukan ?

Pada akhirnya, semua hal yang berkaitan dengan penggunaan ponsel ketika berkendara adalah aktivitas yang harusnya menjadi kebijakan dari masing-masing individu. Namun alangkah baiknya jika aktivitas penggunaan telepon dihindari saja demi menjamin keselamatan selama berkendara. Bagaimana menurut Anda ?