Mazda2 RE Range Extender : Cara Mazda Selamatkan Mesin Rotari dari Kepunahan


Di tengah perkembangan industri otomotif yang kian maju saat ini, kabar tentang mesin rotari yang dulu sempat melambungkan nama Mazda seolah mulai hilang tergilas waktu. Terlebih dengan regulasi emisi yang belakangan ini makin ketat, mesin rotari seolah sudah tidak memiliki tempat lagi untuk bisa bertahan di masa depan.

Di balik semua masalah itu rupanya para insunyur Mazda sudah punya rencana tersendiri untuk tetap mempertahankan penggunaan mesin rotari dan menyelamatkannya dari kepunahan. Kabar tersebut datang dari CEO Mazda Motor Corporation yakni Masamichi Kogai yang menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah bekerja keras dalam pengembangan sebuah mobil yang dipersenjatai dengan sebuah motor elektrik dan sebuah mesin bensin rotari 330 cc di bagian belakangnya.

Mobil yang dimaksud disini adalah Mazda2 Rotary Engine Range Extender (RE Range Extender) yang sejatinya menggunakan Mazda2 sebagai basis pengembangan dan mengenakan sistem penggerak baru berupa plug-in hybrid. Mesin pada Mazda2 Range Extender itu merupakan gabungan dari motor listrik berkekuatan 75 kW yang sama seperti milik Mazda Demio EV yang diluncurkan tahun lalu untuk menggerakan roda depan, dan mesin rotari bensin 0,33 liter. Pada dasarnya mesin rotari tersebut hanya digunakan untuk menyuplai energi cadangan pada bagi baterai lithium ion berukuran super mini. Meskipun itu tidak sesuai harapan namun itu lebih baik daripada mesin rotari tidak ada sama sekali. Secara umum, metode seperti ini sudah pernah digunakan pada mesin Chevrolet Volt.

Yang menjadi ide utama dari pengembangan mobil ini adalah mencari solusi untuk menyelesaikan salah satu masalah yang dihadapi motor listrik, yaitu kehabisan tenaga dan tidak ada stasiun pengisian ulang terdekat. Mazda 2 RE Range Extender ini diklaim mampu menjelajah hingga 200 km ketika mengandalkan tenaga listrik. Namun dengan bermodalkan 10 liter bahan bakar bensin mobil ini dikatakan bisa berjalan dua kali lipat dari jarak tempuhnya ketika hanya mengandalkan tenaga listrik.

Mesin rotari RE Range Extender ini menurut Mazda memiliki banyak keunggulan yang diantaranya yakni mampu secara konsisten menghemat bahan bakar jika berjalan dalam kondisi optimal, tidak berisik dan minim getaran, lebih banyak pilihan bahan bakar, serta punya ukuran relatif yang kecil dan bisa dibenamkan di beberapa model bodi. Jika dibandingkan dengan mesin dengan silinder dan piston konvensional, mesin rotari lebih unggul dimana sistem putarannya mampu bekerja lebih bebas.

Sayangnya pihak Mazda belum mengungkapkan apakah mesin ini akan kembali masuk ke jalur produksi untuk meneruskan pendahulunya seperti Mazda RX-7 dan RX-8. Mazda masih mempertimbangkan apakah mobil yang dibekali dengan mesin rotari ini bisa memenuhi target penjualan 100.000 unit per tahun bila diputuskan untuk diproduksi secara massal.

Pun demikian, Kogai mengungkapkan bahwa Mazda akan tetap menaruh perhatian yang besar terhadap perkembangan mesin rotari karena sejatinya Mazda adalah pabrikan yang pertama dan satu-satunya yang pernah mengomersialkan mesin rotari di dunia. Reputasi inilah yang tidak akan begitu saja dilepas oleh pabikan mobil asal Hiroshima tersebut.